Sabtu, 22 Maret 2014

5 Inovator Muda Yang Menginspirasi Dunia



5 Inovator Muda Yang Menginspirasi Dunia

Dari sekian banyak para muda yang berprestasi dibidang teknologi informasi, admintutor1 merangkum 5 Inovator Muda yang Menginspirasi Dunia khususnya dibidang game dan aplikasi. Tahun 2013 kemarin banyak sekali anak-anak muda yang muncul dengan prestasi memukau publik. Rata-rata usia mereka saat menciptakan karya spectacularnya dibawah 17 tahun. Tapi, mereka membuktikan bahwa usia bukan menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Para muda yang masuk dalam daftar kami telah memberikan kontribusi nyata dibidang teknologi. Dengan kerja keras, koneksi yang tepat dan support yang besar, mereka berhasil masuk ke dalam Youth Innovators in 2013. Siapa sajakah mereka dan apa saja karya yang berhasil mereka torehkan? Simak sajian lengkapnya hanya di 5 fakta berikut:

5 Inovator Muda Yang Menginspirasi Dunia

1 . Nick D’Aloisio

Usianya sekarang 18 tahun. Nick D’Aloisio adalah remaja kelahiran Australia 1 November, 1995 yang sekarang pindah ke London. Pada usia 15 tahun Nick D’Aloisio telah berhasil menciptakan TRIMIT, sebuah aplikasi iOS yang berfungsi meringkas konten website menjadi 1.000, 500 dan 140 karakter. Awalnya aplikasi ini untuk mendukung platform social network seperti Twitter, Facebook, Tumblr dsb. Bagi yang kecanduan men-twit, TRIMIT akan sangat memanjakan Anda. Nick mengakui bahwa inspirasi TRIMIT sendiri berasal dari kebiasaannya melakukan twit. Yang membuat takjub adalah Nick hanya membutuhkan waktu 1 bulan untuk meneliti dan mengembangkan algoritma untuk aplikasinya. Pada tanggal 25 Maret 2013, Nick menjual versi terbaru dari aplikasi ini yang bernama “Summly” kepada Yahoo seharga $30 juta.

2. Thomas Suarez

 

“Banyak anak-anak ingin bermain game tapi, sekarang mereka ingin membuat game sendiri,” kata Thomas Suarez
Itu adalah kalimat yang dikatakan Suarez di TED Talk pada 22 Oktober, 2011 ketika dia baru berusia 12 tahun. Suarez tidak hanya berhasil mendirikan perusahaan sendiri, CarrotCorp tapi dia juga sukses menciptakan beberapa aplikasi iOS. Salah satu aplikasinya yang disebut Earth Fortune, mampu menampilkan warna bumi yang berbeda berdasarkan pada keberuntungan Anda. Aplikasi yang paling sukses diciptakan oleh Suarez adalah “Bustin Jieber”, yaitu sebuah aplikasi game Whac-A-Mole yang menggantikan mol dengan foto kepala Justin Bieber. Berkat karya-karyanya juga, Suarez memenangkan Tribeca Disruptive Innovation Award pada tahun 2012.

3. Steven Gonzalez Jr

Ketika berusia 12 tahun, Steven Gonzalez Jr didiagnosis terkena leukemia myelogenous akut. Dari diagnosis dokter menyatakan bahwa ia hanya memiliki kesempatan hidup 2%. Sistem kekebalan tubuhnya lemah sehingga dia terpaksa harus masuk ruang isolasi selama 100 hari. Tapi, dia mematahkan diagnosis tersebut dan akhirnya selamat. Dari pengalamannya tersebut, Gonzalez ingin membantu memotivasi pasien kanker lain seusianya. Ia pun menciptakan video game yang berjudul “Play Against Cancer.” Dalam game ini, para pemain menghancurkan sel kanker yang digambarkan sebagai hantu hijau. Ia juga mengembangkan The Survivor Games, sebuah social network dan komunitas online bagi pasien kanker berusia remaja.

4. Daniel Chao

Ketika Daniel Chao berusia 10 tahun dia masih duduk di kelas lima SD, ia berhasil menciptakan sebuah aplikasi “iRead Monthly”. Aplikasi yang berfungsi untuk melacak PR (pekerjaan rumah) membaca. Aplikasi ini terinspirasi karena ia dan teman-teman sekelasnya seringkali harus mengubah kalender membaca dari sekolah setiap bulan. Dengan iRead Monthly memungkinkan siswa untuk mengklik tanggal tertentu dan memasukkan jumlah menit berapa lama dia telah membaca hari itu. Sehingga pada akhir bulan, siswa dapat mengirimkan email ke guru-guru mereka. Daniel mengatakan pada TV CBS Denver bahwa dia bangga dan senang karena aplikasinya diterima oleh Apple meskipun usianya masih muda.

5. Zach Marks

Zach Marks adalah pendiri website sosial media GromSocial.com. Idenya bermula saat Zach Marks masih berusia 11 tahun. Suatu hari ia membelakangi punggung orangtuanya untuk mencuri-curi mendaftar Facebook. Seperti kita tahu bahwa Facebook memiliki batasan usia minimal 13 tahun. Mengetahui hal ini, orang tuanya marah. Akhirnya Zach memutuskan untuk membuat website sosial network sendiri yang lebih aman untuk anak-anak seusianya. Akhirnya terciptalah Grom Sosial.
Pada 2012, menurut USA Today, situs Zach mendapat kunjungan 2.000 visitor setiap hari dengan sekitar 6.000 tampilan halaman. Hal ini cukup membanggakan. Mengingat bahwa sejauh ini Grom Sosial banyak mengandalkan kekuatan word of mouth alias dari mulut ke mulut. Grom Sosial sendiri memiliki banyak features seperti “Games, Entertainment dan juga Health & Fitness.” Situs ini juga sangat concern terhadap anti bullying, narkoba dan merokok.

0 komentar:

Posting Komentar