Minggu, 20 April 2014

Details of Indonesia's New Stealthy Missile Patrol Craft Revealed




PT Lundin Klewang class FAC-M (photo : Audrey)

The Indonesian Navy's (TNI-AL's) new 63 m Klewang-class missile patrol craft will feature radar with wider coverage, missiles with longer range and a hull made from a new composite material.

The information was revealed by Peter Carlqvist, head of Saab Indonesia, in an interview with IHS Jane's at the DSA 2014 exhibition on 15 April. The company recently secured an exclusive agreement with Indonesian shipbuilder PT Lundin (North Sea Boats) to jointly build a replacement for the first-of-class KRI Klewang , which was destroyed in a September 2012 fire.

The wave-piercing trimaran will feature Saab's new Sea Giraffe 1X 3D compact radar that will be installed higher on the vessel's mast to increase coverage.

Kapal Trimaran Baru di DSA 2014

Desain baru Trimaran 63 m dari PT Lundin yang muncul dalam booth SAAB di DSA 2014, Kuala Lumpur
Desain baru Trimaran 63 m dari PT Lundin yang muncul dalam booth SAAB di DSA 2014, Kuala Lumpur (navyrecognition.com)
Pameran produk pertahanan DSA 2014 di Kuala Lumpur Malaysia menghadirkan kejutan dari Perusahaan Galangan Kapal North Sea Boats (PT. Lundin). Bersama SAAB Swedia (16/04/2014), PT Lundin menampilkan desain baru Trimaran FMPV (Fast Missile Patrol Vessel) 63 m, yang dipesan Angkatan laut Indonesia.

Dalam pembicaraan dengan situs Navy Recognition, SAAB Swedia menyatakan akan menginstal radar laut modern Giraffe 1x 3D, yang memiliki jangkauan lebih baik dan mampu meredusir efek lengkung bumi.

Booth SAAB dalam Pameran Persenjataan di DSA 2014
Booth SAAB dalam Pameran Persenjataan di DSA 2014
Radar baru ini hanya memiliki berat 150 kilogram. Pemasangan radar baru Giraffe menyebabkan desain trimaran yang baru berbeda dengan desain sebelumnya.
Tiang utama trimaran (the mast) akan mengintegrasikan radar, ESM dan sistem komunikasi. Kini North Sea Boats telah menandatangani kontrak kerjasama dengan SAAB Swedia untuk proyek trimaran yang baru, pasca kasus terbakarnya trimaran pertama saat diluncurkan tahun 2012.

Radar  Sea Giraffe 1X 3D yang ringan memungkinkan arsitektur kapal mendesain tiang kapal yang lebih tinggi untuk meningkatkan performa radar

Radar Sea Giraffe 1X 3D yang ringan memungkinkan arsitektur kapal mendesain tiang kapal yang lebih tinggi untuk meningkatkan performa radar (navyrecognition.com)

SAAB menawarkan diri untuk mengerjakan seluruh sistem persenjataan dan radar dari Trimaran yang baru, termasuk versi ekspor-nya dengan nama “Stealth FAC” (Stealth Fast Attack Craft).
Menurut perwakilan SAAB, Trimaran yang baru akan dilengkapi:


4x RBS15 Mk3 anti-ship missiles
1x BAE Systems 40Mk4 gun under a stealth cupola
A stern ramp to deploy a 12 meters RIB
SAAB’s 9LV combat management system
SAAB’s Ceros 200 radar and optronic tracking system
SAAB’s TactiCall Integrated Communications System
Rudal RBS15 Mk3 yang ditawarkan SAAB, jenis jelajah subsonik fire-and-forget yang mampu dioperasikan dalam segala kondisi cuaca dengan jangkauan 200 km.

Sementara versi original dari Trimaran (KRI Klewang yang terbakar), didisain lebih condong ke sistem dan persenjataan dari Tiongkok.
Meski demikian, perwakilan PT Lundin di DSA 2014 mengatakan kepada Navy Recognition, Angkatan Laut Indonesia masih mengevaluasi senjata dan sensor apa yang cocok diinstal di Kapal Trimaran yang baru.
Konstruksi dari Trimaran FMPV 63m dimulai bulan Februari 2014 di
North Sea Boats facility Indonesia. Kapal dengan desain baru ini akan diluncurkan 24 bulan mendatang. Menurut SAAB, versi lebih lanjut (future version) dari trimaran akan memiliki kemampuan anti-kapal selam, anti-submarine warfare suite (weapons + sensors).

Navy Recognation mencoba menanyakan kepada perwakilan BAE Systems Bofors yang ikut pameran di DSA 2014 Malaysia. Menurut mereka menjual 4 sistem naval gun kepada Angkatan Laut Indonesia, sekaligus ekspor pertama dari sistem naval gun baru yang diproduksi oleh BAE.

Saat ini BAE system memproduksi 4 naval gun 40Mk4 untuk empat kapal TNI AL, namun secara keseluruhan bisa 30 unit akan diproduksi untuk Angkatan Laut Indonesia.

 

0 komentar:

Posting Komentar